Layanan Pendaftaran Wilayah Surabaya

Sekolah & Ponpes Al-Bahjah Pusat

Logo Al-Bahjah
A
Unggul Nasional
Hubungi Kami
Diakui Negara: Kemdikbud Kemenag
Preview Video Al-Bahjah
STAI Al-Bahjah STAI Al-Bahjah
Al-Ahgaff Yaman Al-Ahgaff Yaman
STAI Imam Syafii STAI Imam Syafii
Univ. Indonesia Univ. Indonesia
IPB University IPB University
Univ. Brawijaya Univ. Brawijaya
Diponegoro (Undip) Diponegoro (Undip)
UNSRI UNSRI
UNNES UNNES
UIN Syarif Jkt UIN Syarif Jkt
UNISSULA UNISSULA
Telkom University Telkom University
UIN Walisongo UIN Walisongo
Univ. Pendidikan Univ. Pendidikan
Univ. Syiah Kuala Univ. Syiah Kuala
Unsoed Unsoed
Untirta Untirta
UPN Veteran Yo UPN Veteran Yo
Polman Bandung Polman Bandung
ISI Yogyakarta ISI Yogyakarta
STAI Al-Bahjah STAI Al-Bahjah
Al-Ahgaff Yaman Al-Ahgaff Yaman
STAI Imam Syafii STAI Imam Syafii
Univ. Indonesia Univ. Indonesia
IPB University IPB University
Univ. Brawijaya Univ. Brawijaya
Diponegoro (Undip) Diponegoro (Undip)
UNSRI UNSRI
UNNES UNNES
UIN Syarif Jkt UIN Syarif Jkt
UNISSULA UNISSULA
Telkom University Telkom University
UIN Walisongo UIN Walisongo
Univ. Pendidikan Univ. Pendidikan
Univ. Syiah Kuala Univ. Syiah Kuala
Unsoed Unsoed
Untirta Untirta
UPN Veteran Yo UPN Veteran Yo
Polman Bandung Polman Bandung
ISI Yogyakarta ISI Yogyakarta
The Al-Bahjah Blueprint: Building a Future-Proof Generation

Bukan Sekadar Sekolah. Ini Untuk Masa Depan Anak Anda.

Mengapa Keluarga Visioner Mempercayakan Al-Bahjah?

Di zaman ketika uang bisa dicari namun karakter sulit diperbaiki, kami menawarkan Ketenangan (Peace of Mind). Kami menjaga fitrah anak Anda dari distraksi gadget dan pergaulan bebas, memastikan mereka naik kelas sebagai manusia yang Berkarakter, Berprestasi, dan Siap Memimpin.

Pendidikan Formal (Sekolah Swasta Modern)

"Jalur sekolah berasrama dengan sinkronisasi akademik, tahfidz, dan diniyah."

SDIQu Al-Bahjah

Full Day & Boarding
  • Fondasi Ibadah & Akhlak Salaf
  • Kurikulum Nasional Terpadu
  • Tahfidz & Tahsin Dini

SMPIQu Al-Bahjah

Exclusive Boarding
  • 100% No-Gadget Environment
  • Disiplin & Kemandirian Asrama
  • Akademik + Akselerasi Bahasa

SMAIQu Al-Bahjah

University Prep
  • Target PTN & Beasiswa LN
  • Leadership & Public Speaking
  • Literasi Kitab & Syariat

Pondok Pesantren (Jalur Muadalah)

"Fokus pendalaman agama dengan hak penyetaraan ijazah formal Negara."

Pondok Tahfidz Quran

Program khusus bagi santri yang berazam mengkhatamkan Al-Quran 30 Juz secara Mutqin. Konsentrasi penuh pada hafalan tanpa kehilangan hak ijazah formal melalui sistem Muadalah yang sah diakui Negara.

#NgajiFokusHafalan

Pondok Tafaqquh Fiddin

Kaderisasi Ulama masa depan. Fokus mendalam pada kajian Kitab Kuning, Bahasa Arab, dan Ilmu Syar'i (Bersanad). Keamanan masa depan pendidikan tingkat lanjut tetap terjamin dengan ijazah Muadalah.

#NgajiFokusKitab

Pendidikan Tinggi (S1)

"Mencetak sarjana profesional yang beradab dan berjiwa dakwah."

STAI Al-Bahjah

STAI Al-Bahjah

Lanjutan estafet pendidikan di Al-Bahjah. Kami membekali mahasiswa dengan keilmuan akademik tingkat sarjana yang dipadukan secara holistik dengan nilai-nilai kepesantrenan, menjadikan mereka ahli dan agen perubahan di masyarakat.

Ekonomi Syariah Pendidikan Matematika Manajemen Pendidikan (MPI)

Sistem Pengasuhan Profesional

Keluarga visioner tidak sekadar mencari fasilitas, melainkan Manajemen Pengasuhan. Kami menjamin ketenangan Anda melalui pelaporan yang transparan, monitoring berlapis, dan keamanan asrama yang terukur.

Laporan Perkembangan Karakter & Akademik Berkala
Ekosistem Komunitas Wali Santri yang Se-Visi
Jejak Alumni: Terbukti Kompetitif di Kampus Elit

Kualitas Pembinaan Terjaga dengan Pembatasan Kuota Santri

Amankan Kursi & Lihat Rincian
Kredibilitas Teruji

Validasi Sosial.

Dipercaya oleh jutaan umat melalui kanal digital resmi dan testimoni nyata dari wali santri.

G-Maps

Yayasan Al-Bahjah Pusat

4.9 / 5.0
Berbagi Cerita

"Tempat belajar yang sangat teduh, guru-gurunya ramah dan fasilitas sangat menunjang ibadah."

Alumni Terverifikasi

"Sistem pendidikannya jelas, sanadnya terjaga. Tenang rasanya menitipkan anak di sini. Sanak saudara juga pada ikutan."

Wali Santri Terverifikasi
Profil Prof. K.H. Yahya Zainul Ma'arif, Lc., M.A., Ph.D.

Buya Yahya

Pendiri & Pengasuh LPD Al-Bahjah

Pilar Peradaban

Otoritas Institusi Berbasis Sanad & Kemandirian.

Yayasan Lembaga Pengembangan Dakwah (LPD) Al-Bahjah bukan sekadar entitas pendidikan. Kami adalah ekosistem dakwah integratif yang memadukan kedalaman ilmu syariat klasik, kemandirian sosiopreneur, dan validasi akademik bertaraf internasional.

Buya Yahya menempuh pendidikan di Universitas Al-Ahgaff, Yaman di bawah bimbingan Prof. Dr. Al Habib Abdullah bin Muhammad Baharun. Kapasitas deduksi hukum beliau divalidasi dengan gelar Profesor Honoris Causa (H.C.) dalam Hukum Islam dari UNISSULA.

Kemandirian dakwah ditopang ekosistem bisnis (AB Chicken, BMT Al-Bahjah). Secara kelembagaan, kami menjalin MoU strategis dengan UNNES, Telkom University, dan BAZNAS RI.

Arsitektur Institusional Al-Bahjah

Laporan Fakta & Legalitas

Buya Yahya

Gelar Akademik

Profesor H.C. Hukum Islam

Biografi Intelektual Buya Yahya

Lahir di Blitar pada 10 Agustus 1973, Buya Yahya memadukan kultur pesantren tradisional Nusantara (PP Al-Falah & Dalwa Bangil) dengan keilmuan Hadramaut. Beliau dibimbing langsung oleh Rektor Universitas Al-Ahgaff, Prof. Dr. Al Habib Abdullah bin Muhammad Baharun.

Buya Yahya tidak hanya menjadi pendakwah lisan, melainkan seorang produsen literatur (Dakwah bil Qalam). Karya akademik beliau meliput Silsilah Fiqih Praktis hingga kajian relasi sosial Ahkam Ghairil Muslimin bi Indonesia. Kiprah ini diakui secara akademis melalui gelar Profesor Honoris Causa dari UNISSULA.

Sejarah, Legalitas, & Kompas Moral

Pendirian & Lokasi

Didirikan oleh Buya Yahya dan Ummi Fairuz di Kelurahan Sendang, Sumber, Cirebon. Cirebon dipilih karena nilai historisnya sebagai episentrum Islam di Jawa Barat era Sunan Gunung Jati.

Validasi Kemenkumham

Akte Notaris resmi per 20 April 2009. Menjalani penyesuaian Badan Hukum yang disahkan lewat SK Kemenkumham RI No: AHU-0002901.AH.01.12.TAHUN 2018. Legalitas negara adalah mutlak.

Supremasi Etika

Motto institusional: "Tinggalkan Kami Jika Tidak Berakhlak". Parameter moral ini memastikan ekosistem steril dari intoleransi, radikalisme, dan perilaku anarkis.

Arsitektur Pendidikan Integratif

Non-Formal
Pesantren Muadalah

Program Tahfidz untuk ahli Al-Qur'an dan Program Tafaqquh untuk mencetak ulama ahli kitab kuning. Berstatus Muadalah agar ijazahnya diakui resmi oleh Negara.

Formal Berasrama
SDIQu, SMPIQu, SMAIQu

Mengombinasikan Kurikulum Nasional (Merdeka) dengan Diniyah Al-Bahjah. Telah berekspansi ke lebih dari 5 provinsi termasuk Riau, Kepri, Jabar, Jatim, dan Banten.

Pendidikan Tinggi
STAI Al-Bahjah

Menyediakan prodi relevan: Pendidikan Matematika, Ekonomi Syariah, dan Manajemen Pendidikan. Saat ini dalam proses transformasi asesmen menjadi Universitas "Al-Bahjah Institute".

Kemandirian Finansial Umat

Al-Bahjah menolak ketergantungan dana lewat Sociopreneurship masif:

  • AB Chicken: Memiliki 46 gerai restoran bersertifikasi halal ketat dari hulu ke hilir, mendominasi Jabar dan Jabodetabek.
  • BMT Al-Bahjah: Institusi keuangan mikro tanpa riba dengan pengawasan langsung dari Dewan Syariah.

Filantropi & Oase Toleransi

  • BAZNAS Awards 2024

    LAZ Al-Bahjah meraih "Mitra Pengumpulan Zakat Terbaik". Menyumbangkan Rp 1,24 Miliar dana umat untuk Palestina serta bantuan kemanusiaan saat Gempa Kertasari Bandung.

  • Katalis Moderasi Beragama

    Riset akademis membuktikan dakwah YouTube Buya Yahya aktif mereduksi hoaks, menolak persekusi minoritas, dan mengajarkan toleransi sebagai esensi syariat, bukan sekadar kepasrahan.

Eksosistem Pendidikan Al-Bahjah

Pilih Masa Depan.

Setiap jalur didesain untuk memberikan Peace of Mind bagi orang tua dan transformasi karakter yang nyata bagi ananda.

Katalog Kosong

Unit pendidikan sedang disiapkan untuk Keluarga Visioner.

Al-Bahjah Digital Ecosystem 2026
Exploration
Langkah Pendaftaran

Alur Penerimaan.

Transparansi & Informasi

Investasi untuk Masa Depan.

Membangun karakter dan adab adalah investasi jangka panjang. Kami merancang skema pembiayaan yang terukur untuk memastikan ekosistem pendidikan berjalan optimal.

Masyarakat Surabaya kini memiliki akses langsung ke sistem pendidikan berasrama tanpa gadget Buya Yahya.
Kami menerapkan sistem manajemen waktu proporsional. Selain fokus akademik, terdapat momen 'Rauhah' (rehat jiwa) dan istirahat terjadwal ketat untuk memastikan ananda tetap bugar, bahagia, dan terhindar dari kejenuhan (burnout).
Lulusan kami memiliki rekam jejak solid dengan tingkat kelulusan SNBP mencapai 98%. Santri terbukti mampu menembus kampus elit (UI, IPB, ITB, Undip, UIN) pada jurusan strategis seperti Kedokteran dan Teknik.
Ya, melalui jalur Pondok Pesantren (Tahfidz & Tafaqquh). Fokus mutlak pada Al-Qur'an dan Kitab Kuning bersanad, namun tetap mendapatkan Ijazah Formal (Muadalah) yang sah diakui Negara.
Al-Bahjah adalah ekosistem pembinaan 24 jam. Biaya ini adalah investasi sistem: perlengkapan asrama, seragam, program adab/tahfidz, jaminan kesehatan, hingga SPP bulan pertama tahun berjalan.

E-Library & Akses Cepat

Visionary Investment

Paket Awal Pembinaan Santri

Memastikan kesiapan ekosistem pendidikan (SDM, Fasilitas, & Program) untuk mendukung transformasi adab dan prestasi ananda selama satu tahun pertama.

Total Investasi Pendidikan Tahun Pertama
Setara /Bulan

Skema Termin (Opsi Bertahap) Syariah Compliant

Termin 1 (70%)
Termin 2 (20%)
Termin 3 (10%)
Kuota Terbatas untuk Menjaga Kualitas
Mulai Pendaftaran

Mohon lengkapi data Bapak/Ibu untuk mendapatkan melalui WhatsApp.

Terima Kasih!

Permintaan Bapak/Ibu sedang diproses. Mohon tunggu sejenak, kami akan mengalihkan Anda...

Kanal Literasi Al-Bahjah

Wawasan & Berita.

Pusat

Peluang Santri Masuk IPB, Al-Bahjah Bahas Jalur SNBP, SNBT, dan BUD

Bogor – Yayasan Lembaga Pengembangan Dakwah (LPD) Al-Bahjah melaksanakan audiensi dengan pimpinan IPB University pada Rabu, 19 Syawal 1447 H / 8 April 2026 M, bertempat di Kampus Pascasarjana IPB Baranangsiang, Bogor. Audiensi ini dihadiri oleh Wakil Rektor 1 Bidang Akademik dan Kemahasiswaan IPB, Prof. Drh. Deni Noviana, Ph.D., DAiCVIM., didampingi Direktur Administrasi Pendidikan dan Penerimaan Mahasiswa Baru, Dr. Utami Dyah Syafitri, S.Si., M.Si., serta Direktur Kerja Sama IPB, Dr. Hamzah, S.Pd., M.Si. Sementara itu, dari pihak Yayasan Al-Bahjah turut hadir Ketua Umum Yayasan Al-Bahjah, Ust. Bambang Siswanto, S.T., M.Pd., Wakil Ketua Umum Bidang Pendidikan, Ust. Carnawi, M.Pd., Kepala Divisi Perguruan Tinggi, Ust. Imam Abdullah, B.Sc., M.A., Kepala Subdivisi Seleksi dan Kerja Sama Perguruan Tinggi, Ust. Ilham Nurhidayah, S.Pd., Ketua STAI Al-Bahjah, Ust. Muhamad Sachu, Lc., M.E., serta Wakil Ketua I Bidang Akademik, Gus Zamzami Ar-Rahbini, B.Sc., M.A. Pemaparan Jalur Masuk IPB University Dalam pertemuan tersebut, pihak IPB University memaparkan berbagai jalur penerimaan mahasiswa baru. Beberapa di antaranya meliputi jalur SNBP (berbasis nilai rapor), SNBT (berbasis UTBK), jalur mandiri, serta jalur khusus seperti Ketua OSIS, jalur talenta/tahfidz, dan Beasiswa Utusan Daerah (BUD). Disampaikan bahwa jalur SNBP memiliki porsi kuota sekitar 40 persen. Proses seleksi ini mempertimbangkan akreditasi sekolah, nilai rapor, kesesuaian dengan program studi, indeks sekolah, hingga rekam jejak alumni. Pihak IPB menekankan secara tegas bahwa siswa yang telah dinyatakan lolos melalui jalur SNBP wajib mengambil kesempatan tersebut. Jika dilepas, hal ini dapat berdampak buruk pada rekam jejak sekolah maupun siswa yang bersangkutan ke depannya. Peluang Emas Santri Melalui Jalur BUD dan Talenta Dalam kesempatan yang sama, IPB membuka peluang kerja sama melalui jalur Beasiswa Utusan Daerah (BUD) berbasis kemitraan. Program strategis ini memberikan kesempatan bagi lembaga pendidikan, termasuk pesantren, untuk mengirimkan peserta didik terbaiknya ke IPB melalui skema kerja sama resmi. Pihak IPB juga membagikan informasi mengenai sejumlah program studi yang memiliki peluang besar untuk ditembus. Beberapa di antaranya adalah bidang sains murni seperti matematika dan fisika, serta program-program di sektor perikanan, peternakan, dan kehutanan. Program studi baru seperti Teknik Mesin dan Teknik Kimia juga menjadi opsi strategis ke depan. Menariknya, jalur masuk IPB via jalur talenta, khususnya pada program sarjana terapan (vokasi), masih relatif jarang terisi. Kondisi ini menjadi peluang besar bagi santri berprestasi. Hal ini membuka ruang bagi pesantren untuk lebih aktif mendorong peserta didiknya memanfaatkan ceruk jalur tersebut. Sinergi Ke Depan Yayasan Al-Bahjah dalam audiensi ini menyampaikan komitmen kuatnya untuk terus meningkatkan kualitas akademik santri serta memperluas akses mereka ke perguruan tinggi negeri, khususnya IPB University. Edukasi pemahaman jalur masuk perguruan tinggi kepada santri dan orang tua menjadi perhatian penting yayasan dalam waktu dekat. Sebagai tindak lanjut, kedua belah pihak sepakat menjalin komunikasi lebih intensif, mencakup rencana sosialisasi lanjutan kepada santri dan wali santri, serta penyiapan dokumen kerja sama (MoU) yang diperlukan. Audiensi ini diharapkan menjadi langkah awal yang strategis dalam memperkuat sinergi antara Yayasan Al-Bahjah dan IPB University guna mencetak generasi santri yang unggul dan berdaya saing di tingkat nasional.

Tahfidz Al-Qur'an

Kita Tidak Krisis Teknologi Tapi Krisis Akhlak

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon-Saat ini kita hidup di era modern, infrastuktur semakin maju, teknologi berkembang begitu pesat, dan segala informasi dengan mudah kita dapat. Semua itu bisa kita lakukan melalui gadget. Akan tetapi, semakin majunya perkembangan teknologi justru orang-orang berpotensi lebih besar untuk saling membenci. Teknologi tidak pernah salah, karena ia hanyalah alat untuk membantu aktivitas manusia. Ia bisa digunakan untuk kebaikan, bisa juga untuk keburukan. Artinya, jika kita jumpai pada teknologi atau aplikasi yang isinya bertentangan dengan etika sosial ataupun agama, itu bukan karenanya teknologinya yang salah, tetapi kita yang salah dalam menggunakan teknologi tersebut. Kita sering kali menjumpai komentar-komentar negatif di media sosial, baik yang dilakukan oleh seseorang atau sekelompok orang yang memang dibayar untuk itu (buzer), penyebaran berita-berita hoax, konten adu domba yang tak jarang menyerang tokoh-tokoh agama, serta konten-konten yang berisi caci maki atau merendahkan individu maupun kelompok tertentu. Dunia maya terasa bebas tanpa aturan karena siapa pun bisa berekspresi di dalamnya. Akan tetapi terkadang kebablasan dan tidak berakhlak, sehingga menimbulkan perpecahan dan konflik. Kita pintar, tapi kita kurang bijak dalam menyikapi sesuatu hal di media sosial. Banyak orang yang jago berteknologi tapi lupa dengan etika. Cepat bereaksi terhadap sesuatu, tapi lambat dalam berpikir. Banyak juga dari kita lebih mengejar viral daripada menyebarkan kebenaran. Merasa lebih membutuhkan popularitas daripada integritas. Tanpa sadar kita juga sering merendahkan orang lain melalui media sosial, menertawakan orang yang kulitnya hitam, merendahkan orang dengan wajah yang pas-pasan, mencemooh orang yang berpakaian seadanya, tidak memiliki empati kepada orang yang memiliki kelainan, dan agama menjadi bahan candaan. Sebenarnya yang kita hadapi saat ini adalah bukan lagi krisis sinyal internet atau teknologi, tapi krisis akhlak. Kita sudah mulai lupa dengan etika yang diajarkan oleh guru-guru di sekolah atau madrasah. Begitu juga dengan nasihat-nasihat orang tua yang selalu mengajarkan kita untuk terus berbuat baik di mana pun, kapan pun, dan dengan siapa pun. Di saat kita kecil selalu diajarkan untuk berbicara dengan sopan dan memperlakukan orang lain dengan baik. Akan tetapi setelah dewasa kita sudah tidak pernah lagi mengamalkan itu. Kita berbicara dengan begitu bebasnya dan memperlakukan orang lain dengan seenaknya tanpa memikirkan sebab dan akibatnya. Hingga tak jarang memicu adanya konflik karena orang lain merasa tersinggung atau sakit hati dengan ucapan kita, ingatlah bahwa “mulutmu, harimaumu”. Mengapa hal demikian bisa terjadi? Umumnya karena kurang dibiasakan menerapkan adab sejak kecil. Selain itu lingkungan yang kurang baik juga menjadi pengaruh besar dalam membentuk akhlak seseorang. Sebab, kebiasaan terbentuk dari lingkungan, apabila lingkungannya baik maka ia akan ikut baik, begitu pun sebaliknya. Ditambah lagi dengan konten-konten negatif yang bertebaran di media sosial turut menjadi pemicu pergeseran akhlak pada generasi penerus kita. Kita sering menganggap nilai agama sebagai opsional bukan suatu kaharusan. Padahal agamalah yang menjadi benteng terakhir dalam menentukan mana yang baik dan mana yang buruk. Bagi siapa pun yang membaca tulisan ini, mari kita sama-sama belajar menerapkan akhlak pada diri kita dan orang-orang di sekitar kita, baik di dunia nyata ataupun di dunia maya. Mulailah dari diri sendiri, menyaring suatu informasi sebelum di-sharing, menjaga lisan dan tulisan baik dalam keadaan marah ataupun senang. Gunakan teknologi dengan bijak untuk hal-hal yang bermanfaat. Ingatlah bahwasannya apa pun yang kita lakukan akan di pertanggungjawabkan termasuk postingan-postingan dan komentar-komentar kita di media sosial. Teknologi boleh maju, tapi akhlak jangan sampai mundur. Jadilah generasi yang bukan hanya pintar dalam penggunaan teknologi, tapi juga generasi yang mempunyai empati, adab, dan nurani, sehingga setiap tindakan yang kita lakukan terarah bukan hanya ikut-ikutan. Jadilah pribadi yang pintar dalam segala bidang, mudah bergaul dengan siapa saja, tapi tetap menggunakan akhlak dalam berkomunikasi baik di dunia nyata ataupun di dunia maya.   Penulis: Moh. Minanur Rohman Penyunting: Idan Sahid Tulisan website Pustaka Al-Bahjah merupakan platform bacaan yang ditulis oleh masyarakat umum sebagai media literasi. Submit tulisanmu dengan cara klik link ini.     Artikel Kita Tidak Krisis Teknologi Tapi Krisis Akhlak pertama kali tampil pada Pustaka.

Tahfidz Al-Qur'an

Buya Yahya: Silaturahmi yang Benar Harus Menggabungkan Aspek Zahir dan Batin

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon-Silaturahmi diambil dari bahasa Arab yang terdiri dari dua kata, yaitu Shilatun (صلة) yang berarti penghubung, ikatan atau penyambung, dan Rahim (رحم) yang bertarti kasih sayang. Maka silaturahmi berarti penghubung/pengikat/penyambung kasih sayang. Silaturahmi juga merupakan istilah yang digunakan untuk suatu kegiatan sosial yang bertujuan untuk mempererat kasih sayang kepada sesama, baik saudara, teman atau orang yang sama sekali belum kita kenal. Banyak sekali bentuk silaturahmi yang bisa kita lakukan untuk menguatkan tali persaudaraan dan kasih sayang terhadap sesama. Seperti berkunjung ke rumah-rumah, bertukar kabar melalui sosial media, atau hanya sekadar bertegur sapa yang diiringi dengan senyum dan salam saat bertemu di jalan. Silaturahmi bukan hanya sekadar kegiatan sosial, namun merupakan sesuatu yang sangat terpuji dan memiliki banyak sekali manfaat. Baik secara umum, seperti mendatangkan ketenangan hati dan juga kebahagiaan serta bisa meningkatkan kesehatan mental. Ataupun manfaat khusus karena didasari dengan iman, seperti mendapatkan rahmat dan ampunan dari Allah, dimudahkan jalan menuju surga, dan masih banyak yang lainnya. Oleh karena itu silaturahmi memiliki nilai pahala yang sangat besar dalam Islam. Bahkan, ada kecaman yang sangat mengerikan bagi orang-orang yang memutus silaturahim. Baginda Nabi Muhammad Salallahu ‘Alaihi Wassalam bersabda: أَلَا أَدُلُّكُمْ عَلَى أَفْضَلِ الْأَخْلَاقِ فِي الدُّنْيَا وَالْآخِرَةِ; تَعْفُو عَمَّنْ ظَلَمَكَ وَتَصِلُ مَنْ قَطَعَكَ وَتُعْطِي مَنْ مَنَعَك “Aku tunjukkan kepadamu bahwa sebaik-baik akhlak di dunia dan akhirat adalah jika engkau memaafkan orang-orang yang berbuat dzalim kepadamu, dan menyambung kasih sayang dengan orang-orang yang berbuat aniaya kepadamu, dan memberi kepada orang yang menghalangimu dari pemberian.” (HR. Ibnu Majah dan At Tirmiidzi) Silaturahmi juga menjadi salah satu amalan yang menyebabkan kita masuk surga, sebagaimana hadis Nabi Salallahu ‘Alaihi Wassalam: يَا أيُّهَا النَّاسُ، أفْشُوا السَّلَامَ، وَأطْعِمُوا الطَّعَامَ، وَصِلُوا الأرْحَامَ، وَصَلُّوا والنَّاسُ نِيَامٌ، تَدْخُلُوا الجَنَّةَ بِسَلَام )رواه الترمذي( “Wahai manusia, sebarkanlah salam, berikanlah makanan, sambunglah tali silaturahim, dan shalatlah di waktu malam ketika manusia tidur, niscaya kalian akan masuk surga dengan selamat.” (HR At-Tirmidzi) Selain itu juga, terdapat hadis-hadis yang menyebutkan keutamaan silaturahmi sebagai sebab penggugur dosa, pembuka pintu rezeki, dan memanjangkan umur, serta yang lainnya. Begitu mulia dan agungnya pahala silaturahmi. Akan tetapi, silaturahmi yang memiliki nilai pahala adalah yang dilakukan dengan memenuhi syaratnya, bukan hanya basa-basi sosial tanpa dilandasi niat yang tulus. Menurut Buya Yahya, silaturahmi yang benar harus menggabungkan dua aspek: zahir (fisik) dan batin (hati). Syarat utamanya meliputi niat tulus menyambung hubungan, memaafkan, mendoakan kerabat sebelum dan setelah bertemu, tidak sombong, serta menjaga syariat, khususnya dalam berinteraksi dengan lawan jenis, sekaligus menghindari prasangka buruk. Sudah seharusnya bagi kita untuk menghadirkan niat tersebut dan menjauhkan diri dari berpamer ria menunjukkan hasil kerja dan merendahkan keluarga dan saudara yang masih berproses, justru seharusnya kita bisa saling membantu antarsesama. Pertemuan yang tidak didasari dengan niat yang tulus, bahkan disertai dengan saling merendahkan atau menyakiti orang lain, tidak akan menumbuhkan kasih sayang dan silaturahmi. Justru itulah yang memutus tali silaturahmi, memecah hubungan persaudaraan, dan menumbuhkan kebencian. Itulah orang-orang yang disebut sebagai Qathi’urrohim yang diancam oleh Baginda Nabi Salallahu ‘Alaihi Wassalam sebagai berikut: مَا مِنْ ذَنْبٍ أَجْدَرُ أَنْ يُعَجِّلَ اللَّهُ تَعَالَى لِصَاحِبِهِ الْعُقُوبَةَ فِي الدُّنْيَا – مَعَ مَا يَدَّخِرُ لَهُ فِي الآخِرَةِ مِنَ الْبَغْيِ وَقَطِيْعَةِ الرَّحِمِ “Tidak ada dosa yang lebih pantas disegerakan balasannya bagi para pelakunya di dunia bersama dosa yang disimpan untuknya di akhirat daripada perbuatan dzalim dan memutus silaturahmi.” (HR Abu Daud) Begitulah keutamaan silaturahmi dan ancaman bagi orang yang memutusnya. Semoga kita senantiasa bisa menjalin dan mempererat silaturahmi kita dengan keluarga, saudara, teman, guru dan semuanya, tentunya dengan menjaga adab dan syari’at Islam. Bukan hanya pada momen-momen tertentu seperti saat Idulfitri. Namun setiap hari, baik saat bertemu atau dengan media sosial di saat jauh. Wallahu A’lam Bisshowab   Penulis: Habibullah Penyunting: Idan Sahid   Artikel Buya Yahya: Silaturahmi yang Benar Harus Menggabungkan Aspek Zahir dan Batin pertama kali tampil pada Pustaka.

Langkah Terakhir

Mari Bersama.

Lengkapi data Ayah/Bunda untuk terhubung langsung dengan konsultan pendidikan kami.

Terima Kasih.

Data Anda telah kami amankan.

Menghubungkan ke

Lanjutkan secara manual:

Buka WhatsApp

01 Jenjang Pendidikan

02 Identitas Orang Tua

03 Informasi Tambahan

Mengetahui Al-Bahjah Dari Mana?

Sistem Pendaftaran Terenkripsi Al-Bahjah

Layanan Pendaftaran Wilayah Surabaya

Analisis komprehensif sistem pendidikan lokasi dalam ekosistem LPD Al-Bahjah Cirebon untuk mempersiapkan generasi visioner yang beradab dan kompetitif.

Transformasi Karakter melalui Jalur lokasi

Masyarakat Surabaya kini memiliki akses langsung ke sistem pendidikan berasrama tanpa gadget Buya Yahya.

Tiga Pilar Utama Ekosistem Al-Bahjah

  • Pendidikan Formal (SDIQu, SMPIQu, SMAIQu): Integrasi Kurikulum Nasional dengan Diniyah Salaf dan Tahfidz intensif.
  • Jalur Muadalah (Pondok Tahfidz & Tafaqquh): Fokus mutlak pada hafalan 30 Juz dan penguasaan Kitab Kuning dengan ijazah penyetaraan resmi.
  • STAI Al-Bahjah: Pendidikan tinggi untuk mencetak sarjana ahli syariah yang beradab dan profesional.

Geser tutup »

dari di albahjah.org.

Logo

Saluran Al-Bahjah

Verified WhatsApp Channel

Dapatkan update harian, agenda penting, dan informasi pendaftaran langsung di WhatsApp Anda tanpa menyimpan nomor.

Update Cepat & Akurat
Privasi Nomor Terjamin
Gabung Saluran