Webinar “Anak Didik Siap Belajar”, 300+ Orangtua & Pendidik Bergabung
R
Official Publisher
Redaksi Al-Bahjah
6 Menit Baca
Mode Baca
CIREBON – Ratusan orang tua dan pendidik dari berbagai daerah memadati ruang virtual dalam webinar parenting “Anak Didik Siap Belajar” pada Sabtu malam (31/01).
Melalui kolaborasi bersama Biro Psikologi Al-Bahjah, platform AyahBundaQu menekankan satu pesan kunci bagi para orang tua pembelajar: kematangan sistem saraf dan sensori adalah fondasi yang tidak bisa ditawar sebelum anak melangkah ke jenjang akademik sekolah yang lebih berat.
Materi utama dibawakan oleh Ibu Vivi Ade Cerliana, M.Psi., Psikolog, dari Al-Bahjah Psychology Center. Dengan pengalaman lebih dari 25 tahun, mulai dari terapis anak spesial, pengelola PAUD, hingga asesor Badan Akreditasi Nasional, Ibu Vivi memaparkan konsep “Piramida Belajar” (Learning Pyramid) dengan analogi yang sangat membumi.
“Mendidik anak itu ibarat membangun rumah. Sebelum membangun gedung (akademik), maka perlu disiapkan fondasinya terlebih dahulu. Fondasi kesiapan belajar dan berperilaku yang belum ‘ajeg’ atau matang, akan berpengaruh pada perilaku anak,” jelas Ibu Vivi dalam pemaparannya,.
Beliau menekankan bahwa banyak orang tua terlalu fokus pada “puncak piramida” (kognisi/intelektual), namun abai pada lapisan bawah seperti sistem saraf pusat, kematangan refleks, dan integrasi sensori (peraba, keseimbangan, dll).
Ketimpangan inilah yang sering memicu perilaku seperti sulit duduk tenang, mudah cemas, hingga masalah perilaku di sekolah.
Mengenal Biro Psikologi Al-Bahjah: Profesional dan Mengayomi
Webinar ini juga menjadi ajang pembuktian komitmen Al-Bahjah Psychology Center dalam mengawal tumbuh kembang umat.
Kehadiran lembaga ini menegaskan bahwa Al-Bahjah tidak hanya fokus pada pendidikan spiritual (diniyah), tetapi juga menyediakan layanan profesional klinis yang mumpuni,.
Tim psikolog Al-Bahjah yang dipimpin Ibu Vivi aktif membersamai unit-unit pendidikan formal Al-Bahjah, mulai dari PAUD hingga SMAIQu.
Mereka rutin melakukan asesmen dan observasi untuk memastikan setiap santri memiliki kesiapan mental dan fisik yang optimal, serta memberikan pendampingan bagi kasus-kasus khusus seperti speech delay atau masalah konsentrasi.
Antusiasme Peserta: Dari Masalah “Tag Baju” hingga Curhat Santri
Dipandu oleh Ustadzah Ririn, webinar ini berlangsung sangat interaktif dengan peserta yang hadir dari berbagai daerah, termasuk hingga Balikpapan dan Jawa Timur.
Kolom obrolan (chat) dipenuhi diskusi hangat ketika peserta menyadari bahwa kebiasaan “aneh” anak mereka ternyata memiliki penjelasan medis.
Beberapa sorotan diskusi yang menarik perhatian meliputi:
Masalah Sensori Sehari-hari: Banyak peserta baru menyadari bahwa anak yang tidak tahan label (tag) baju di leher, suka mengemut jari, atau menulis dengan kepala miring adalah tanda adanya refleks primitif yang belum tuntas.
Tantangan Santri Baru: Seorang wali santri, Ibu Eva, mencurahkan isi hatinya tentang anaknya (11 tahun) yang kesulitan menghafal saat mandiri di pondok. Ibu Vivi memberikan solusi menenangkan, menekankan bahwa usia 11-15 tahun adalah masa transisi remaja (“otak abu-abu”), sehingga diperlukan komunikasi intens antara orang tua dan asatidz untuk menjembatani pola pendampingan.
Anak “Terburu-buru”: Menanggapi keluhan anak yang selalu mengerjakan tugas dengan tergesa-gesa, Ibu Vivi menyarankan asesmen mendalam untuk melihat potensi impulsivitas atau ketidaknyamanan sensori, bukan sekadar melabeli anak malas.
Curhat Peserta: Dari Masalah “Tag Baju” Hingga Hafalan Santri
Atmosfer webinar terasa semakin hangat ketika sesi diskusi dibuka. Kolom obrolan (chat) Zoom seketika berubah menjadi ruang konsultasi massal, di mana ratusan peserta menyadari bahwa kebiasaan “unik” anak-anak mereka, bahkan diri mereka sendiri, ternyata memiliki penjelasan ilmiah.
Banyak orang tua terkejut saat mengetahui bahwa masalah perilaku anak seringkali bermula dari ketidaknyamanan fisik atau sensori.
“Anak suka mengupas kulit kuku tangan dan kaki… kadang kulit tertarik berdarah baru berasa perih dan tidak ada kapoknya,” tulis akun Syifa, menggambarkan kondisi anaknya yang berkaitan dengan kecemasan dan sensori.
Senada dengan Syifa, partisipan lain seperti Neli Sofiah dan Mister Mudi kompak mengeluhkan hal spesifik yang sering dianggap sepele: “Tidak tahan tag baju”,.
Bahkan, ada peserta yang menyadari kebiasaan anaknya yang “Kalau lagi mikir sampai miring-miring kepalanya, pandangannya pun miring,” tulis sebagian peserta.
Ibu Vivi menjelaskan bahwa perilaku seperti tidak tahan label baju atau menggigit kuku seringkali merupakan tanda Refleks Primitif yang belum tuntas atau sensitivitas taktil yang berlebihan.
Dilema Wali Santri: Transisi Kemandirian
Diskusi semakin mendalam ketika Ibu Eva, seorang wali santri dari Sumber, Cirebon, menyampaikan kegelisahannya secara langsung. Ia menceritakan perubahan anaknya (11 tahun) yang kini menempuh pendidikan di SMPIQu Al-Bahjah.
“Anak saya tuh kebetulan waktu sebelum masuk SMP di Al-Bahjah itu kalau menghafal harus didampingi… ketika dia sekarang di Pondok harus menghafal bahasa Arab, Tahfidz, dan sebagainya, tuh kesulitan ketika dia mandiri,” ungkap Ibu Eva dengan nada khawatir.
Menanggapi hal ini, Ibu Vivi menenangkan hati para wali santri. Beliau menekankan bahwa usia 11 tahun adalah masa transisi dari ketergantungan pada orang tua menuju kemandirian.
“Ini butuh waktu, Ibu. Anak lepas yang tadinya terbiasa dengan Uminya… sangat menyarankan untuk berkomunikasi kepada Asatidz-nya,” saran Ibu Vivi, menekankan pentingnya sinergi pola asuh antara rumah dan pondok.
Ungkapan Hati Guru dan Tantangan Remaja
Tidak hanya orang tua, para pendidik pun turut serta mencari solusi. Naveesa Aziz, seorang guru, membagikan kasus yang cukup berat mengenai murid baru berusia 12-13 tahun.
“Anak ini menunjukkan perilaku yang cukup mengkhawatirkan… saat memiliki banyak pikiran atau tekanan emosi, ia mengekspresikannya dengan menyakiti diri sendiri, seperti membenturkan kepala,” tulis Naveesa.
Kasus-kasus berat seperti ini mendapat perhatian khusus dari Biro Psikologi Al-Bahjah. Ibu Vivi menyarankan agar tidak terburu-buru melakukan diagnosa, namun segera melakukan observasi mendalam dan asesmen profesional untuk menemukan akar masalahnya, apakah murni psikologis atau ada hambatan perkembangan lainnya.
Interaksi yang hidup ini membuktikan bahwa Webinar “Anak Didik Siap Belajar” berhasil menjadi wadah yang aman bagi orang tua dan pendidik untuk memvalidasi perasaan mereka, sekaligus menemukan peta jalan solusi yang konkret.
Pesan Kunci: Fokus adalah Hasil, Bukan Niat
Poin penting yang menjadi catatan utama tim AyahBundaQu adalah kesimpulan bahwa “Fokus itu bukan sekadar niat, tapi hasil dari integrasi tubuh dan otak yang seimbang”.
Jika anak terlihat malas atau tidak fokus, orang tua diminta untuk tidak melakukan self-diagnosis. Langkah terbaik adalah mengecek kembali “piramida” tumbuh kembang mereka:
apakah motorik kasarnya sudah kuat?
Apakah sensorinya terlalu sensitif?
Solusinya seringkali dimulai dari memperbaiki fondasi fisik tersebut melalui stimulasi yang tepat.
Mau Rekaman Lengkap & Ringkasan Materi Webinar Ini?
Apakah Ayah Bunda merasa melewatkan materi “daging” ini? Atau ingin mendengarkan kembali penjelasan detail tentang cara menstimulasi sensori anak di rumah agar siap belajar?
Tim AyahBundaQu bekerja sama dengan Al-Bahjah telah menyiapkan paket lengkap berisi:
Rekaman Ulang Video Webinar
Materi PDF dari Ibu Vivi
Ringkasan Intisari (Resume)
Jangan sampai ketinggalan informasi parenting berkualitas berikutnya!
LPD Al-Bahjah ("kami") sangat menghargai privasi wali santri dan calon pendaftar. Dokumen ini menjelaskan bagaimana kami mengumpulkan, menggunakan, dan melindungi informasi pribadi Anda melalui website pendaftaran ini.
1. Pengumpulan Data Pribadi
Kami hanya mengumpulkan data yang relevan untuk keperluan pendaftaran, konsultasi pendidikan, dan statistik internal. Data tersebut meliputi: Nama Lengkap, Nomor WhatsApp, dan Informasi Pendidikan yang Anda berikan secara sukarela.
2. Penggunaan Data
Data Anda hanya digunakan untuk tujuan administratif internal, menghubungi Anda mengenai pendaftaran, dan mengirimkan dokumen brosur yang diminta. Kami tidak pernah menjual atau menyewakan data Anda kepada pihak ketiga mana pun.
3. Keamanan Data
Kami menerapkan protokol keamanan enkripsi standar industri untuk mencegah akses tidak sah terhadap informasi pribadi Anda.
Terakhir diperbarui: April 2026
Syarat & Ketentuan Layanan
Dengan mengakses dan menggunakan website Al-Bahjah Education Ecosystem, Anda menyetujui syarat dan ketentuan berikut:
1. Penggunaan Website
Website ini merupakan portal informasi dan pendaftaran awal. Pengisian formulir di website ini bukan merupakan jaminan penerimaan mutlak sebagai santri Al-Bahjah. Penerimaan akhir ditentukan melalui proses seleksi dan wawancara resmi.
2. Akurasi Informasi
Anda bersedia memberikan informasi yang akurat dan benar pada saat pengisian formulir. Informasi palsu dapat mengakibatkan pembatalan proses pendaftaran.
3. Perubahan Kebijakan
Al-Bahjah berhak mengubah syarat, ketentuan, dan rincian biaya pendidikan kapan saja. Perubahan akan diperbarui pada dokumen resmi yang tersedia.
Terakhir diperbarui: April 2026
Disclaimer Legal
Harap perhatikan ketentuan pelepasan tanggung jawab hukum berikut:
Semua informasi yang terdapat pada website ini bertujuan untuk memberikan panduan umum terkait unit pendidikan di bawah naungan LPD Al-Bahjah.
Kami telah berupaya maksimal untuk menjaga keakuratan data. Namun, kami tidak memberikan jaminan absolut bahwa seluruh informasi bebas dari kekeliruan ketik atau human error.
Rincian investasi pendidikan (biaya) yang tercantum bersifat estimasi dan dapat disesuaikan sewaktu-waktu mengikuti kebijakan Yayasan tanpa pemberitahuan sebelumnya.
Website ini tidak berafiliasi dengan pihak ketiga yang menawarkan jasa "calo" penerimaan santri. Pendaftaran resmi hanya melalui jalur yang telah ditetapkan.
Terakhir diperbarui: April 2026
Webinar “Anak Didik Siap Belajar”, 300+ Orangtua & Pendidik Bergabung
Analisis komprehensif sistem pendidikan info
dalam ekosistem LPD Al-Bahjah Cirebon untuk mempersiapkan generasi visioner yang beradab dan kompetitif.
Transformasi Karakter melalui Jalur info
Pesantren Al-Bahjah adalah oase pendidikan bagi Keluarga Visioner. Menggabungkan kedalaman sanad keilmuan Hadramaut dengan keunggulan akademik nasional dalam lingkungan tanpa gadget.
Tiga Pilar Utama Ekosistem Al-Bahjah
Pendidikan Formal (SDIQu, SMPIQu, SMAIQu): Integrasi Kurikulum Nasional dengan Diniyah Salaf dan Tahfidz intensif.
Jalur Muadalah (Pondok Tahfidz & Tafaqquh): Fokus mutlak pada hafalan 30 Juz dan penguasaan Kitab Kuning dengan ijazah penyetaraan resmi.
STAI Al-Bahjah: Pendidikan tinggi untuk mencetak sarjana ahli syariah yang beradab dan profesional.
Geser tutup »
dari
di
albahjah.org.
Saluran Al-Bahjah
Verified WhatsApp Channel
Dapatkan update harian, agenda penting, dan informasi pendaftaran langsung di WhatsApp Anda tanpa menyimpan nomor.