Makna Suci di Hari nan Fitri

Makna Suci di Hari nan Fitri | Al-Bahjah
Pustaka Digital
Pusat Al-Bahjah

Makna Suci di Hari nan Fitri

R

Official Publisher

Redaksi Al-Bahjah
3 Menit Baca
Mode Baca
Makna Suci di Hari nan Fitri

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon-Idulfitri sering kali disebut sebagai Hari Kemenangan bagi kaum muslimin. Setelah sebulan penuh menjalani ibadah puasa di bulan Ramadan, memperbanyak amal ibadah, serta berusaha menjauhi segala larangan Allah Subhanahu wa Ta’ala, akhirnya umat Islam menyambut Idulfitri dalam suasana yang suci, penuh kebahagiaan, dan suka cita.

Makna suci yang dirasakan pada Idulfitri adalah bentuk harapan seorang hamba agar setelah melalui bulan Ramadan dia dapat kembali dalam keadaan suci atau fitrah. Harapan tersebut muncul karena selama Ramadan seorang Muslim berusaha mendekatkan diri kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala melalui berbagai ibadah, seperti shalat tarawih, shalat witir, berpuasa, bersedekah, menunaikan zakat fitrah, melakukan i’tikaf, serta mengerjakan berbagai amalan kebaikan lainnya. Beriringan dengan itu, kita melanjutkan kebaikan setelah bulan Ramadan dengan saling bersilaturahmi, saling memaafkan, dan saling menyenangkan hati dengan sesama sehingga dengan semua itu kita berharap bisa menjadi hamba yang diampuni oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala.

Namun, tidak semua orang mampu memanfaatkan bulan Ramadan dengan sebaik-baiknya. Hal ini pernah dijelaskan oleh Baginda Nabi Muhammad Salallahu ‘Alaihi Wassalam bahwa ada orang-orang yang menemui bulan Ramadan, lalu keluar darinya tanpa membawa kebaikan apa pun dan tidak pula memperoleh ampunan dari Allah Subhanahu wa Ta’ala. Kerugian tersebut dialami oleh mereka yang ketika bertemu dengan Ramadan tidak berusaha meningkatkan kualitas ibadahnya, tidak bersungguh-sungguh mengharapkan ampunan dari Allah Subhanahu wa Ta’ala, serta tidak menjaga dan memperkuat tali silaturahmi dengan sesama. Mereka hanya menjalani Ramadan sekadar menahan lapar dan dahaga, tanpa mengambil hikmah, keutamaan, dan manfaat yang terkandung di dalamnya.

Sebagaimana yang dijelaskan oleh Guru kita Buya Yahya:

“Ketika seseorang aktif di bulan Ramadan, maka dia InsyaAllah termasuk golongan ahli fitrah, yaitu orang yang mendapatkan fitri. Itulah sebabnya hari raya (1 Syawal) disebut dengan Idulfitri. Di hari tersebut (setelah) kita beribadah kepada Allah di bulan pengampunan (Ramadan) dengan serius, lalu menjalin hubungan sesama manusia dengan baik dan indah, maka dengan itu semua kita (kembali dalam keadaan) fitri, seolah-olah kita telah bersih dari dosa. Karenanya, makna suci di Idulfiti adalah pengharapan (seorang hamba agar bisa dikembalikan oleh Allah menjadi hamba yang diampuni dari dosa).”

Oleh karena itu, mari kita senantiasa berusaha meningkatkan kualitas ibadah selama bulan Ramadan dan melanjutkan semangat kebaikan tersebut pada Idulfitri dengan mempererat silaturahmi, saling memaafkan, dan saling mengasihi sesama. Dengan demikian, Idulfitri tidak hanya menjadi perayaan semata, tetapi juga menjadi momentum untuk memperbaiki diri dan memperkuat hubungan dengan Allah Subhanahu wa Ta’ala serta dengan sesama manusia. Semoga semangat kebaikan yang telah kita bangun selama bulan Ramadan dapat terus kita jaga dan amalkan dalam kehidupan sehari-hari.

Semoga dengan segala amal kebaikan yang telah kita lakukan, kita termasuk golongan orang yang memperoleh kemuliaan Ramadan dan keberkahan Idulfitri dari Allah Subhanahu wa Ta’ala. Mudah-mudahan kita keluar dari bulan Ramadan dalam keadaan yang lebih baik dan suci, serta dipertemukan kembali dengan Ramadan di tahun berikutnya dengan harapan dan semangat yang lebih baru lagi. Mari kita jadikan momen Ramadan dan Idulfitri sebagai titik awal untuk menjadi pribadi yang lebih baik dan lebih bermanfaat bagi diri secara pribadi, keluarga, lingkungan sekitar, bangsa, dan agama.

 

Penulis: Fahmi Sidik Marunduri

Penyunting: Idan Sahid

Tulisan website Pustaka Al-Bahjah merupakan platform bacaan yang ditulis oleh masyarakat umum sebagai media literasi. Submit tulisanmu dengan cara klik link ini.

 

 

Artikel Makna Suci di Hari nan Fitri pertama kali tampil pada Pustaka.

Sumber Otoritas Terverifikasi

Dikurasi dari Jaringan Portal Resmi Al-Bahjah.

Telah diselaraskan dengan standar literasi dan sanad keilmuan Buya Yahya.

Sinergi Kebaikan

Bagikan wawasan ini kepada keluarga & kolega.

Makna Suci di Hari nan Fitri

Analisis komprehensif sistem pendidikan info dalam ekosistem LPD Al-Bahjah Cirebon untuk mempersiapkan generasi visioner yang beradab dan kompetitif.

Transformasi Karakter melalui Jalur info

Pesantren Al-Bahjah adalah oase pendidikan bagi Keluarga Visioner. Menggabungkan kedalaman sanad keilmuan Hadramaut dengan keunggulan akademik nasional dalam lingkungan tanpa gadget.

Tiga Pilar Utama Ekosistem Al-Bahjah

  • Pendidikan Formal (SDIQu, SMPIQu, SMAIQu): Integrasi Kurikulum Nasional dengan Diniyah Salaf dan Tahfidz intensif.
  • Jalur Muadalah (Pondok Tahfidz & Tafaqquh): Fokus mutlak pada hafalan 30 Juz dan penguasaan Kitab Kuning dengan ijazah penyetaraan resmi.
  • STAI Al-Bahjah: Pendidikan tinggi untuk mencetak sarjana ahli syariah yang beradab dan profesional.

Geser tutup »

dari di albahjah.org.

Logo

Saluran Al-Bahjah

Verified WhatsApp Channel

Dapatkan update harian, agenda penting, dan informasi pendaftaran langsung di WhatsApp Anda tanpa menyimpan nomor.

Update Cepat & Akurat
Privasi Nomor Terjamin
Gabung Saluran